Category: Sastra Budaya

Link Utama

  • , ,

    PATIH

    Pagi ini terasa begitu damai. Hangatnya sinar matahari dan semilir angin sepo-sepoi membuat suasana berbeda dibandingkan beberapa hari lalu yang penuh dengan kesibukan tugas. Saat berjalan kembali menuju kos setelah membeli sarapan, Lina mendengar suara seseorang memanggil namanya. Ia menoleh dan berlari kecil meuju rumah seberang, tempat tinggal Kakek Sutoyo, tetangganya yang sudah akrab dengannya…

    Continue Reading

  • ,

    Reruntuhan dalam Bayang Ambisi

    Bisikan angin malam begitu sunyi dalam kelam. Membingkai kesepian dengan gelapnya bayang. Tenggelam dalam kehampaan, Menyelinap tak terduga, Kehancuran mulai terbentang.   Bagai bayang yang tak tampak. Hati terkubur dalam dinginnya keegoisan, Perasaan menjadi reruntuhan tanpa makna, Jiwa menghilang terperangkap dalam hitamnya dunia.   Wajah samar dalam kegelapan, Terjerat ambisi tanpa pandang rasa. Terkubur dalam…

    Continue Reading

  • ,

    Akhir Bagian Ke-2023

    Bak sebuah buku yang terbagi menjadi bagian demi bagian, sampai sudah kita pada penghujung cerita di bagian kali ini. Akhir bagian ke dua ribu dua puluh tiga, Sebuah perjalanan panjang yang tak kalah melelahkan Melewati peristiwa demi peristiwa yang bahkan sebelumnya tak pernah terbayangkan. Mengidentifikasi rasa demi rasa yang sebelumnya tak pernah dirasakan.   Beberapa…

    Continue Reading

  • ,

    Jekala Narendra Okala

    Hai, aku Jekala Narendra Okala sering dipanggil Naren. Aku hanya seorang remaja yang umurnya bahkan belum genap 17 tahun, orang-orang bilang wajahku tampan bahkan beberapa bagian mirip dengan ibuku. Saat dipuji seperti itu, aku merasa senang walaupun mungkin aku belum pernah bertemu atau sekedar bertatapan mata dengannya.

    Continue Reading

  • , ,

    Ruang Waktu

    Di ambang pintu kamarnya, cahaya remang-remang menyoroti ekspresi muram yang memenuhi wajah Azai. Lembaran-lembaran nilai tersebar di meja menjadi saksi bisu dari kekecewaan ibunya. Hening itu terasa menusuk, membungkam segenap harapan yang ia bawa pulang. Azai yang sering bermain PlayStation (PS) di rental PS, akhirnya tersentak oleh kerasnya ucapan yang terlontar dari mulut ibunya. Azai…

    Continue Reading

  • , ,

    Gagasan Kepahlawanan

    Lihatlah negeri kita saat ini, Wahai para pahlawan revolusi! Tangis, asa, iba, dan ketidakadilan Menyerang dengan tidak manusiawi!             Bukankah kemerdekaan telah kalian ucap             dengan lantang, wahai para pahlawan proklamasi?             Namun, negeri ini tak ubahnya batu di arus             deras sungai; diam, tak bergerak Inikah tujuan yang kalian maksud? Keadilan yang mudah dibeli,…

    Continue Reading

  • ,

    Siapakah Mereka, Tuan?

    Siapakah mereka yang ada dalam barisan itu, Tuan? Yang tak gentar meski ancaman bertebaran Yang tak mundur meski berkali-kali dikejutkan senapan Siapakah mereka yang selalu berseru lantang itu, Tuan? Yang tak lelah serukan persatuan, kesatuan, keadilan, dan kesejahteraan dari pagi hingga malam Yang tak menyerah meski berkali-kali coba dibungkam Siapakah mereka yang tiba-tiba masuk dalam…

    Continue Reading

  • , ,

    Apakah ada yang Mengertiku?

    Tokoh :  Vessa Helena (Tokoh Utama) Jio Wildano (Tokoh Pendamping) Kinar Jiwa (Teman Vessa) Tiya Angeline (Teman Vessa) Faiz Juliano (Kakak Vessa) Orang Tua : Wuji Hartono dan Tias Helena Kucing : Tiwa & Moi “Kringgg….kringgg….kringgg” terdengar suara alarm dari handphone yang terdengar nyaring dalam sebuah ruangan. Rungan bercat pink dihiasi lampu berkelap-kelip bintang yang…

    Continue Reading

  • , , ,

    Pesona Wisata Bersejarah Semarang: Jejak Sejarah yang Memikat

    Semarang, sebuah kota yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia, memiliki warisan sejarah yang kaya dan menarik bagi para pengunjung yang tertarik dengan wisata bersejarah. Kota ini memiliki berbagai tempat wisata yang mengungkapkan jejak sejarah panjang dan pengaruh budaya yang melintasi berbagai zaman. Salah satu tempat wisata bersejarah yang terkenal di Semarang adalah Lawang Sewu. Lawang…

    Continue Reading

  • ,

    Peter Pan

    Seturut waktu yang tak henti beranjak Menggulir konstan, menghapus dan menambah jarak Kita bertumbuh dari masa kanak-kanak Menyongsong babak baru dirasa abstrak pun mendadak Dilempar tanpa persiapan Diberi ekspektasi tak berkesudahan Dijatuhi bermacam-macam tekanan Namun tak diperbolehkan meneriakkan keluhan Menjadi dewasa adalah momok yang mengerikan Pantas cerita “Peter Pan” diciptakan Pantas anak itu ingin selamanya…

    Continue Reading

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports