Category: Sastra Budaya

Link Utama

  • Can I Call U, Love? – #6 Basah Kuyup

    Hari ini Kamis manis, bersama kenangan manis pula didalamnya. Aku berada dalam ruang organisasiku berdua. Hanya berdua. Sebenarnya karena ditinggal satu-satunya temanku yang tadinya berada disini, untuk membeli makan. Tertinggallah aku, bersama dengannya. Diam, hening, dan ingin pulang. Adakah orang yang senang karena tidak dianggap ada? Ditinggal mendiam diri dan duduknya memunggungiku. Seperti aku tidak…

    Continue Reading

  • Can I Call U, Love? – #5 Pamit

    Pagi itu aku malas sekali keluar kamar. Aku masih ngantuk, setelah Shubuh aku belum lelap lagi. Ditambah kabar kelas pagi ku kosong yang tiba-tiba muncul di notifikasi, senang. Akhirnya aku bisa tidur lagi. Ah, ternyata hanya bisa ditambah sekitar 45menit, sial. Hanya rebahan di atas kasur, mendengarkan lagu-lagu Ed Sheeran. Tiba-tiba saja aku ingat, ada…

    Continue Reading

  • Can I Call U, Love? – #4 Cerita Kehujanan

    Bersyukur aku sudah di kos, tapi tak tahu tentangnya. Kurasa ia kehujanan, mungkin sedang berteduh di ruko-ruko pinggir jalan dengan orang-orang yang tak dikenal, kedinginan. Aku menelponnya, memastikan ia akan baik-baik saja. “Sudah sampai di rumah?”, tanyaku mengkhawatirkannya. “Belum, ini lagi neduh di pinggir jalan”, jawabnya sedikit teriak, karena hujan sangat lebat. “Are you okay?”,…

    Continue Reading

  • Can I Call U, Love? – #3 Sebelum Hujan Turun

    Seusai kelas, sore itu kami berdua masih tertinggal dengan beberapa mahasiswa lainnya. Ia menghampiriku dan mengajakku untuk makan siang, karena sebelum kelas ini, kami berdua belum sempat untuk makan siang. “Makan yuk, aku yang traktir. Ada warung baru di belakang kampus”, ajaknya. “Hmmm boleh kalo ditraktir mah ayok”, jawabku dengan sedikit bercanda. “Kalau nggak aku…

    Continue Reading

  • Can I Call U, Love? – #2 Tatapan Canggung

    Setelah kencan pertama kita berhasil, kupikir kita akan baik-baik saja bersikap. Namun yang terjadi pada akhirnya tiba-tiba muncullah perasaan canggung yang seketika menghentikan tatapanku yang sengaja kuperlihatkan seperti tidak sengaja, aku pura-pura. Siang itu kita duduk dibangku kelas secara berjauhan. Dia lebih memilih duduk didepan, tidak sepertiku, memilih kursi belakang supaya tidak terlihat dosen jika…

    Continue Reading

  • Can I Call U, Love? – #1 Kencan Pertama

    Maksudku kencan pertama dengan laki-laki saat kuliah. Boleh kusebut itu kamu? Laki-laki yang pertama kali mengajakku kencan. Pagi itu aku bangun kesiangan, kemudian dipenuhi drama mencari baju yang lucu untuk kencan pertama kita. Aku menaruh harapan besar supaya tidak ada yang menggagalkan kencan kita, bukan karena aku berharap lebih untuk denganmu. “Aku dah selesai”, pesanku…

    Continue Reading

  • , ,

    Le Malentendu

    Le Malentendu  (oleh: Muhammad Abdul Malik)   Lampu diatasnya menyala kuning temaram. Sinarnya tidak terlalu terpancar dan menarik perhatian. Warnanya terkesan membuai kehangatan. Ahh, rintikan hujan tadi memang membuat tubuh kedinginan. “Hei, minumlah…” Ella dikejutkan oleh sosok disampingnya dan terbuyar dalam lamunan. “Kalau sudah dingin, tak enak nanti” Ella menyeruput kopi panasnya itu. Ia sedikit…

    Continue Reading

  • ,

    Penampakan diUujung Malam

    Penampakan di Ujung Malam (oleh: Muhamad Abdul Malik)   Pada suatu malam, Cleo beserta teman-temannya menikmati malam. Mereka mengobrol, memperbincangkan sesuatu. Suara klakson kendaraan dan deru sedan terdengar jelas dari sini, Kedai Kopi. “Begitu menarik kawan” kata Cleo.

    Continue Reading

  • ,

    Kota Lama Menuju Warisan Dunia

    Oleh : Radite Rafi Seperti yang kita lihat di kota semarang ini terus mengalami perkembangan, mulai dari sektor pembangunan, ekonomi, perindustrian, hingga sumber daya manusia di dalamnya. Namun ada sesuatu hal yang terlewatkan dari kota semarang ini, yaitu Kota Lama. Kota lama merupakan sebuah komplek yang berisi bangunan-bunganan kuno peninggalan masa kolonial. Seiring jaman berganti…

    Continue Reading

  • ,

    Tiwah Untuk Bapak

    sumber foto : katawarta.com Tiwah untuk Bapak    oleh : Revita Tri Sulastri      Di sore hari, padang rumput di kaki bukit desa Pandau, Radiyo duduk diam, termenung menunggu matahari tenggelam. Sesekali ia usap butiran-butiran air yang jatuh dari matanya. Membasahi pipi lagi relung hatinya semenjak beberapa minggu terakhir ini. Ditegakkannya badannya yang kurus…

    Continue Reading

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports